Sabtu, 24 Juli 2010

Asli! Buah Ara atau Tin dari Kebunku

Ceritanya di kebun belakang rumah ada satu pohon ara alias buah tin, awalnya ditanam di sebuah pot besar, tinggi tanaman sekitar 60 cm hasil cangkokan, cuma saya belum tahu pohon ara saya termasuk jenis apa, yang jelas bibitnya cukup mahal. Selama saya pelihara, pertumbuhan pohon ini cukup pesat, subur dan membesar! kecuali musim kering tiba, mungkin seperti layaknya pohon jati (walau daunnya mirip daun jarak) mengalami masa 'dorman', cirinya daun menguning dan berguguran padahal saya pupuk dan siram tetapi tidak layu. Selama puncak masa kering, bakal-bakal tunas muncul tetapi tidak berkembang.
Dan....begitu musim hujan tiba pohon itu tumbuh subur lagi! sebulan kemudian bakal buah bermunculan tak henti-hentinya hingga sekarang. Akhirnya setahun penantianku baru tiba, buah ara menghampiriku.....Alhamdulillah....
Lihat nih gambar-gambar di bawah ini...


Rata-rata ukuran buah araku berdiameter 3-5 cm


Hmm.... ranum buanget! rasanya manis dan lembut juga kering....
Lihat! bila di belah tampak bagian dagingnya seperti itu


Saat dipetik kondisi buah sudah merekah tanda sudah layak dipetik


Bahkan saya memakan buah ini hingga kulitnya dan tanpa sisa...
Buah ini sebenarnya bisa dipetik sebelum merekah, diamkan satu hari langsung matang....

Selasa, 01 Juni 2010

Kenikmatan Lain dari Panen Jagung

Tak dinanya alhamdulillah selain keuntungan yang diperoleh langsung oleh petani ternyata ada kenikmatan-kenikmatan lain dari bertanam jagung ini. Secara matematis bertanam jagung itu cukup memberikan janji, keuntungannya minimal 100 % dari modal yang ditanam (pengalaman kami), hanya menunggu 3 bulan sejak mengolah dan mempersiapkan lahan hingga panen. Konon katanya bertanam jagung manis adalah cara bercocok yang paling 'maniz' di antara bercocok tanaman sayuran lainnya, paling mudah dan tidak rewel, dengan catatan manajemen dan pemeliharaan yang baik dan benar sejak awal tanam. Bertanam jagung bisa dilakukan sepanjang tahun 'tetapi harus ada pengolahan tanah yang benar untuk mengembalikan kesuburannya' itu artinya ada minimal 3 kali panen. Apabila luas lahan yang akan ditanam jagung bertambah maka tentunya hasilnya pun berlimpah...
Berbicara kenikmatan, banyak sekali keuntungan dari bertanam jagung ini, khususnya di luar keuntungan untuk pribadi.... coba saja simak ceritanya.
Sejak persiapan lahan ada beberapa orang yang bisa dipekerjakan mulai dari membuang akar bekas tebu hingga penyiangan rumput sebelum tanam, lalu saat tanam ada beberapa orang pekerja wanita yang bertugas menanam, saat pemeliharaan juga mempekerjakan beberapa orang hingga panennya juga banyak orang yang terlibat di dalamnya. Dari semua itu banyak orang yang bisa memperoleh pekerjaan walau tak tetap. Di luar itu, tak lepas juga para tetangga atau beberapa orang bisa juga merasakan hasil panen. Banyak yang bisa diperbuat oleh seorang petani dalam menyikapi hidupnya, tanpa disadari selama dia menjalai budi daya pertanian ternyata ada sebagian orang memperoleh kenikmatan dari proses ini.....
Ada lagi kenikmatan lainnya, yaitu kenikmatan bathin yang tak bisa tergambarkan. Kami hanya bertugas menanam dan memeliharanya, selama itu harap dan cemas tercermin di wajah kami. tetapi tetap kami harus berserah diri dan berdoa pada Allah Swt menanti hasil yang terbaik yang akan kami peroleh. Sepanjang perjalanan memelihara tanaman, betapa bahagianya ketika melihat tanaman tumbuh dan subur menghijau, menanti harapan yang kita tanam hingga ketika mereka mulai berbunga dan berbuah.... tinggal menghitung hari untuk sebuah penantian kenikmatan berikutnya...

Grand Harvest (panen jagung asli)


Salah satu jagung yang berukuran besar kira-kira 550 gr


Hasil panen dimasukkan ke dalam karung


Suasana di kebun saat panen, tampak pak tani senyum ceria...

Tiba saatnya panen jagung yang pertama kalinya bagi kami!...horee....
Subuh itu kira 4 orang pria datang hendak memotong atau membabat pohon jagung lalu tak lama kemudian 6 orang pekerja wanita dan 3 orang pria pun datang sebagai pengambil tongkol jagung, lalu setelah seperempat lahan dibabat datanglah rombongan pengambil jagung yang akan di angkut ke sebuah truk, kira-kira mereka berjumlah 6 orang pria dan satu orang yang mewakili pembelinya, satu lagi tentunya sang empunya jagung! Jadi ada 20 orang yang berkecimpung di areal kebun... uih... ramenye....
O, ya dari 4 orang pertama adalah mereka yang bermaksud mengambil batang dan daun tanamannya saja untuk peternakan, mereka berdiri sendiri alias tidak dibayar, 6 wanita dan 3 pria adalah pekerja yang dibayar oleh kami dan 7 orang pria lainnya mereka pihak pembeli tentunya bukan kewajiban kami. Hitungan ini untuk memberi gambaran bagaimana sebenarnya sistematisnya panen jagung itu, sebelumnya kami merasa awam tentang ini apalagi ternyata di lapangan ada kewajiban-kewajiban yang kita tidak duga, contohnya ada kewajiban 'ongkos susut' yang mesti keluarkan oleh petani untuk dibayarkan ke pembeli, jumlahnya variatif tergantung kebaikan si pembeli (kebetulan pembeli jagung kami cukup bijaksana hanya meminta 5 % dari jumlah tonasi). Ya begitulah permainanya....kita harus mengikuti aturannya.
Terlepas dari itu semua sungguh tak terlukiskan betapa senang dan bahagianya bisa panen begini setelah melalui badai hujan angin (balada)...dan pengalaman pertama kami di bidang pertanian ini. Betapa tidak! harapan kami saat itu dengan mencapai hasil panen kira-kira 5 ton saja sudah cukup memperoleh keuntungan, tetapi lagi-lagi ternyata hasil kami lebih dari perkiraan yaitu 7 ton!... hasil dari berapa kg benih yang ditanam (yah.. walau ada orang mengatakan ini belum maksimal, tetapi bagi kami ini rizki dan anugrah yang besar!). Harga saat panen waktu itu boleh dibilang cukup sedang tinggi Rp 2100/kg, padahal 2 minggu sebelumnya kira-kira Rp 1500/kg. Sungguh beruntung panen jagung kami...memperoleh harga yang ideal.
Setelah dihitiung-hitung berat jagung rata-rata 300 gr bahkan ada yang mencapai 550 kg, cukup besar bukan? wah memang jabung Bonanza keren abizz dech! (bukan bermaksud iklan) belum lagi dengan kenikmatan-kenikmatan lainnya yang kami peroleh baik yang dirasakan langsung oleh pribadi kami juga oleh orang lain yang terlibat atau tidak (baca kenikmatan lain)

Menuju 'Soft HArvesT'....(panen jagung putri)

Setelah kisah balada yang menimpa tanaman jagungku, saya hendak bercerita kembali kegiatan pemeliharaan hingga ke waktu panen...begini...
Sehari setelah rebah batang-batang tanaman yang nekuk atau patah diberdirikan kembali dan yang enggan berdiri lagi dibiarkan tumbuh begitu saja. Alhamdulillah tiga hari kemudian tanaman bermunculan bunga dan saatnya pemberian pupuk yang ketiga kalinya diberikan (lihat pemberian pupuk kedua)
Pemberian pupuk ketiga ini berupa campuran urea dan npk, perbandingannya 2 : 1, diberikan diantara dua batang pohon kira-kira 1 sdm. Pemberian pupuk ini yang terakhir kalinya sebelum panen, saat itu usia tanaman kira-kira 47 hari atau bunga yang bermunculan sudah seragam. Setelah itu tinggal pemeliharann seperti menyiangi rumput dan menunggu panen....


Seminggu setelah bunga bermunculan, kini saatnya panen putri atau jagung muda. Panen ini harus dilaksanakan sebagai langkah penjarangan untuk mendapatkan tongkol jagung asli yang hendak dipanen nanti berukuran ideal atau besar (karena jagung bonanza yang saya tanam ini bisa 1/2 kg beratnya).
Panen putri yang dihasilkan mencapai kira-kira 1 ton, dari penjualan putri ini mampu menutupi biaya beli benih. Lumayan kan?.... belum lagi nanti 'Grand Harvestnya'

Balada Tanaman Jagungku


Sebesar ini saat terkena badai (hujan angin)



Tak lama setelah itu bermunculan bunga

Alkisahnya seperti ini :
Pagi itu saat kami sedang menyantap sarapan, tiba-tiba bel salah satu Hp kami berdering, segera oleh suamiku diangkat dan terdengar pembicaraan serius!....tampak wajah suamiku sedikit terlihat sedih... "bu... jagung kita rebah kena jagung!" Aku tertegun sejenak dan diam beberapa saat...innalillahi!...wa innalillahi rojiun...betapa lemasnya hati kami sambil berfikir bahwa harapan kami menghilang....tetapi kami mencoba untuk tetap tabah. Bayangan kami sebelumnya kami sangat merasa senang dengan pertumbuhan jagung kami kokoh dan rampag! betapa tidak tanaman ini adalah kali pertama yang kami tanam...kami menanam 'harapan' di sini... namun... sekali lagi musibah tak mengenal siapa dan apa yang akan disentuhnya. Saya sadar ini adalah ujian, ujian yang sebenarnya harus bisa membuat kami lebih kuat dan pantang menyerah!
Kami berusaha tegar dan menerima semua ini... Setelah itu segera kami pun menengok kebun...
Sebelum sampai ke kebun kami, disepanjang jalan menuju lokasi tak henti-hentinya kami mengucap istigfar, di kiri-kanan jalan adalah kebun tebu yang hampir separuhnya rebah, bayangkan ratusan hektar areal! semakin lemas hati kami...bayangan terhadap kebun kamipun begitu... rebah semua rata dengan tanah...
Kendaraan kami terus meluncur pelan...tibalah tepat di depan kebun....sekali lagi kami tertegun sejenak, sambil menghela napas panjang....spontan kata-kata kami ...Ya Allah! Ya Allah!...betapa Engkau masih melindungi hambaMu ini! Alhamdulillah tidak seperti bayangan kami sebelum itu yang mengira tak ada harapan... Ternyata kawan... tanaman yang terkena badai hanya mungkin sepertiganya dan tidak terlalu parah...Hati kamipun kembali lega dan segera bertindak memperbaiki tanaman yang rebah. Satu hingga dua hari tanaman jagung kembali berdiri tegak...Akhirnya 'harapan itu' muncul kembali....
Kawan, dari cerita ini kami dapat memetik sebuah hikmah, yakni bahwa kita sebagai manusia hanya bertugas menjalankan apa yang mesti kita usahakan, boleh berhitung secara matematika tentang apa yang akan kita peroleh akan tetapi tetap harus sadar bahwa ada sesuatu yang tidak bisa dikendalikan atau diperhitungkan oleh diri manusia. Sabar, pasrah dan menerima adalah sikap yang paling sehat dan aman untuk jiwa kita, setelah itu tetap ikhtiar adalah obatnya.
Kembali ke tanaman jagung kami....setelah diterjang badai, merekapun berdiri kembali, caranya adalah dengan menegakkan batang yang bengkok atau patah. Tak perlu khawatir, ternyata batang pohon yang patah sekalipun tetap bisa berbunga. Kira-kira 3 hari setelah musibah itu tanaman mulai muncul bunga! "sengsara membawa nikmat" dan atau memang sudah waktunya berbunga... Di luar semua itu kami tetap bertambah senang... Alhadulillah..."sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan"...

Minggu, 04 April 2010

Tumbuh Kembang si Jagung Manis

Setelah kami menceritakan pengalaman bertanam jagung mulai dari persiapan lahan hingga menanam benihnya, kini saatnya bercerita tentang tumbuh kembangnya.
Benih mulai berkecambah sekitar hari ketiga sampai kelima, pada hari-hari ini kami melakukan pemeriksaan apakah ada benih yang tidak tumbuh atau tidak. Jika ada yang tidak tumbuh kami melakukan penyulaman (mengganti benih dengan cara menenam benih baru), bagian ini harus segera dilaksanakan agar pertumbuhan sulaman dapat mengejar pohon yang terlebih dahulu tumbuh.
Palawija jagung termasuk rentan terhadap hama, pohon ini tumbuh dengan cepat dan bersifat ranum pada batangnya sehingga si hama ngiler ingin segera memakannya. Maka dari pada itu setelah pohon berdaun 3 lembar kira-kira usia 5 hari, mereka segera disisipi 2 hingga 3 butir furadan (obat anti jamur dan serangga) pada celah pucuk daunnya setiap pohon. Dari ke 24.000 pohon hanya memerlukan 1.5 kg furadan ( harga 1 kg furadan Rp. 10.000).
Agar pertumbuhannya maksimal, kami pun melakukan pemupukan pertama yaitu pada usia ke 13 hari. Caranya, buat lubang sekitar satu jengkal tangan dewasa dari batang pohon lalu masukkan seujung sendok teh pupuk dan ditutup lagi dengan tanah. Dari lahan seluas 8000 m2 memerlukan 150 kg pupuk. Pupuk yang kami gunakan adalah campuran pupuk ponska dan urea (lebih murah dari pupuk NPK, tapi pertumbuhannya cukup bagus).
Pemupukan kedua dilakukan seminggu kemudian tetapi caranya agak berbeda. Ternyata setelah pemupukan pertama rumput liar disekitarnya turut tumbuh, untuk itu saat dilakukan pemupukan kedua sekaligus juga dilakukan penyiangan (mencabut rumput di sekitar pohon). Rumput dicabut lalu buat sedikit lubang masukkan satu sendok makan pupuk dan ditutup kembali dengan tanah. Saat pemberian pupuk kedua, tinggi pohon sekitar 50 cm dan diameter batang 2 cm.
Karena batang pohon jagung terus menjulang tinggi dan agar tidak mudah rebah diterpa angin maka perlu dilakukan pembumbunan tanah (pemberian tanah pada sekitar batang bawahnya). Hal ini perlu dilakukan karena selain mencegah akibat terpaan angin juga untuk menambah distribusi suplai makanan dari tanah sehingga tumbuh kembangnya akan lebih baik. Pembumbunan ini dilakukan beberapa hari setelah pemupukan kedua.
Batang pohon setelah pemupukan kedua akan semakin ranum dan gemuk dan membuat "si onar" makin lapar, diam-diam di malam hari mereka masuk ke dalam batang dan bercokol didalamnya. Tidak hanya bermalam di dalam batang pohon tetapi mereka juga menggerogotinya hingga tanaman tidak bisa berbuah dan akibatnya mati. Untuk itu sebagai pencegahannya dilakukan pemberian furadan kembali pada setiap pucuk pohon. Takarannya sekitar 10 butir furadan, dengan pemberian furadan ini cukup membuat mereka berfikir 1000 kali untuk meyusup ke dalam batang. Lakukan pemberian furadan ini pada usia pohon sekitar 1 bulan.
Dengan kami melakukan tahap demi tahap pemeliharaan dan pemberian pupuk, alhamdulillah tumbuh kembang tanaman jagung cukup baik dan terjaga. Hingga kami menulis artikel ini usia pohon jagung kami baru 40 harian, rencananya akan dilakukan pemupukan ketiga setelah 3 hari putri muncul/keluar.

Pohon jagung usia 10 hari, tinggi pohon sekitar 20 cm


Dilihat dari dekat


Tanaman tumbuh rampag (seragam)




Tanaman setelah semingguan dari pemupukan pertama


Diambil gambar close up


Bapak petani dengan latar pohon jagung usia 23 hari atau 2 hari setelah pemupukan kedua


Tinggi pohon sekitar 60-70 cm

Selasa, 23 Maret 2010

Pengalaman Bertanam Jagung Manis Pertama Kali

Usai menanam pohon buah-buahan, ternyata sisa lahan masih luas dan yang terpakai hanya sebagian. Agar sisa lahan kami manfaat dan menghasilkan sesuatu, kami pun memutuskan untuk bertanam jagung. Mengapa jagung manis?... banyak alasan yang membuat kami memutuskan untuk bertanam jagung manis ini.
Pertama, jelas secara teoritis dan pengalaman orang bertanam jagung manis cukup menguntungkan, kedua masa tanam hanya 2 hingga 3 bulan, ketiga kebetulan lahan kami bekas perkebunan tebu, hal ini dapat mengurangi biaya pengolahan lahan dan cocok untuk jagung dan juga aliran air yang kurang, keempat perkiraan pasar yang cukup baik, kelima memang dari dahulu kala kami berniat bertanam jagung....

Langkah-langkah yang kami lakukan saat itu adalah sebagai berikut :
Kami siapkan dahulu dana yang kami punya, apakah cukup untuk menanam seluas lahan yang tersedia atau tidak.
Persiapkan lahan untuk bertanam jagung, ternyata lahan bekas tebu sangat subur... tandanya rumput-rumput tumbuh dengan suburdan tebal. Terpaksa rumput-rumput kami basmi, caranya dengan menyemprotkan obat racun rumput. Untuk luas lahan 8000 m2 kami menggunakan 10 liter cairan pembasmi rumput, entah kebanyakan atau kekurangan obat setelah hampir sebulan rumput itu tumbuh kembali ...(bingung!).
Persiapan lahan berikutnya, membuat saluran air, kami membuatnya dengan ukuran lebar 40 cm kedalaman 25 cm sebanyak 6 alur, kami sengaja tidak membuat bedengan baru karena sudah tersedia bekas kebun tebu.
Tahap berikutnya cukup membuat kami sempat bingung, kami sama sekali buta soal bertani yang sesunggguhnya, kami pun banyak bertanya dan mengumpulkan informasi tentang jagung. Alhamdulillah ada seorang petani palawija tetangga lahan kami yang membantu, namanya mang Udin. Dengan beliaulah kami dapat informasi cara bertanam jagung (aplikatif) yang benar dan jenis bibit yang bagus untuk ditanam (red. penulis).
Pada awalnya kami memperoleh informasi bibit jagung manis yang bagus bermerek SG (sygenta), segera setelah itu kami mencari bibit ini, namun setelah seantero wilayah tiga cirebon dijajaki ternyata stok bibit SG sedang kosong! (bingung lagi)....
Informasi pun berkembang, kami mendengar ada bibit yang sebaik jenis SG, nama merek dagangnya Bonanza dari Panah Merah. Tidak beda jauh dengan SG, bibit ini pun sulit dicari tetapi alhamdulillah.... kami berhasil memperolehnya di kota sumedang.

Ga lama setelah memperoleh bibit, segera kami melakukan penanaman benih. Segala sesuatunya kami persiapkan mulai dari tenaga kerja, benih, alat bantu dan bahan penunjang lainnya. Penanaman dilakukan pagi hari mulai pukul 6 hingga pukul 12 siang (bedug). Sedangkan ukuran jarak yang kami gunakan 20 cm untuk jarak antar batang dalam satu baris dan 90 cm untuk jarak antar baris, sehingga lahan yang terpakai dari total luas laham kira-kira hanya 6000 m2. Lahan seluas ini memerlukan bibit sebanyak kira-kira 24000 butir, kalau satu bungkus benih bonanza berjumlah 250 butir dengan tingkat keberhasilan 85 % maka diperlukan benih 24000 butir ditambah 15 % (kira-kira 111 bungkus benih bonanza). Dan Subhanallah! kebetulan kami hanya mendapatkan benih 110 bungkus, jadi pas banget dengan luas lahan yang ada. Kalau menurut teori seharusnya lahan seluas itu memerlukan benih sebanyak 43.200 butir, khusus untuk lahan yang sedang kami garap ini memang kurang efisien jauh dari target, tetapi seperti yang disebutkan di atas, kami sengaja memanfaatkan lahan bekas tebu yang alur-alurnya lebih lebar daripada alur untuk tanaman jagung dan juga sebagian lahan ditanam pohon buah-buahan.

Teknik menanam benih jagung (pengalaman saat ini) :
Untuk lahan seluas 8000 m2 memerlukan 15 orang tenaga kerja, terbagi 5 grup tiap grup terdiri 3 orang yaitu 1 orang (laki-laki) bertugas membuat lubang (alat pelubang tongkat kayu atau bambu), 1 orang (wanita) memasukkan benih ke dalam lubang (1 lubang satu benih) dan 1 orang (wanita) memasukkan lebu (sekam arang putih dicampur air) untuk menutupi benih.
Caranya cukup mudah dan sederhana, pertama buat lubang sedalam kurang lebih 5 cm kemudian masukkan cukup 1 butir benih jagung dan lalu ditutup dengan lebu basah. Selesai sudah...menanam benih jagung...tinggal langkah berikutnya yaitu pemeliharaan, untuk bagian ini Insya Allah akan kami bahas di artikel mendatang. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi siapa saja yang baru pertama kali ingin bertanam jagung manis.....

Di bawah ini gambar-gambar suasana bertanam jagung di kebun kami...

Lahan kami dikelilingi kebun tebu

Tiap tenaga kerja melakukan tugasnya masing-masing

Memasukkan benih ke dalam lubang

Sedang mencampur abu sekam dengan air